Abortus (revisi 1)

Mei 18, 2009

Baca entri selengkapnya »


Tutorial Mengunduh Game di Games.co.id

Maret 28, 2009

Seperti yang telah teman-teman ketahui, di games.co.id berisi banyak permainan bertipe flash dengan ext .swf. Nah, games nya bisa diunduh loh. Buat apa? Buat orang-orang yang koneksinya lambat seperti saya, mending donlod aja gamenya. Apalagi kalau komputernya gak punya flash player. Hahaha. Gini caranya. Semua yang saya tulis ini sesuai dengan apa yang sedang saya pakai dan saya punya loh.

Yang dibutuhkan antara lain adalah:

1. GOM Player (gak punya flash player juga gak apa)

2. DAP

3. Firefox browser (browser laen juga gak apa sih)

Caranya:

1. Buka Games.co.id

2. Pilih game yang mau kamu unduh

3. Buka halaman yang buat main gamenya itu

4. Klik View pada bagian Toolbar yang File gitu-gitu

5. Sudah pilih View, pilih Page Source

6. Nanti bakal terbuka satu halaman baru dengan kode-kode

7. Di halaman itu, tekan ctrl+f, lalu ketik .swf atau mirror

8. Nantinya kita akan dibawa pada satu link misalnya seperti ini http://www8.agame.com/mirror/flash/s/shopping_dressup3.swf

9. Copy linknya lalu buka DAP

10. Klik tombol + atau ADD Dowload, lalu paste linknya disitu

11. Nanti akan ada pilihan untuk download atau gak

12. Dari situ udah bisa download sendiri kan?

13. Kalau sudah selesai didownload, buka tempat kamu simpan file itu

14. Run filenya dengan GOM Player

15. Silahkan bermain

Selesai~~~


Gelar Jepang 2009

Maret 25, 2009
Start: Jun 20, ’09 10:00a
Location: Plaza Barat senayan

WE WELCOME YOU TO GELAR JEPANG 2009
fell the sparks of japan season

Yatto~ Gelar Jepang akan kembali lagi kehadapan kita semua
Gelar Jepang kali ini agak berbeda ama yang sebelumnya
Seperti tempatnya yang pindah, dan kali ini pake tiket masuk
Tapi tenang aja, Gelar Jepang kali ini pastinya lebih heboh dan lebih seru
Mari intippppppp~~

Kapan
Sabtu, 20 Juni 2009

Jam berapa
10.00 – 00.00
(pagi ampe tengah malem)

Dimana
Plaza Barat Senayan

HTM
Rp 10.000

CP (CALL ONLY!)
Tata 0813-8134-5881 (ketua umum)
Ranti 0813-1109-2700 (acara)
Galih 021-9193-6063 (band)
Puput 021-9946-9218 (sponsor)
Fuji 0856-9154-4960 (bazaar)
Cut Annisa 021-9492-3778 (humas pubdok)

Acara

Tarian Tradisional Indonesia

Japanese Modern Dance

Ikebana

Pertunjukan Taiko Okinawa

Omochitsuki

Chanoyu

Permainan Tradisional Jepang

Kolaborasi Arumba Sanshin

Demo Masak

Band

Yosakoi

Omikoshi

Bon Odori

Hanabi

Workshop
-Washi (Farah 0856-9199-6588)
-Komik (Radit 0856-8048-002)
-Igo (Dimas 0899-9926-123)
-Odori (Fitry 0818-754-722)
-Gundam (Dhela 0857-1851-8605)

Lomba-Lomba
-Karaoke Lagu Jepang (Dodo 0856-7144-851)
-Cosplay “Costume Playing” (Nanda 0852-2709-4622)
-Igo (Dimas 0899-9926-123)
-Komik (Mico 021-9818-5737)
-DDR (Sarah 0858-1438-1432)
-Yu-Gi-Oh! (Radit 0856-8048-002)
-Lomba di Atas panggung (Tano 0856-4090-8777)
-Makan Takoyaki (Tano 0856-4090-8777)

AUDISI BAND
CP : Galih (021-9193-6063)

25 Februari 2009 – 14 Maret 2009 Submit Featuring Band
14 Maret 2009 – 18 April 2009 Pendaftaran Band Audisi
18 April Technical Meeting Band Audisi
25 April Audisi
23 Mei Technical Meeting & Fiksasi

Juri Audisi:PO
PJ Acara
PJ Band

Limit pendaftaran : 50 Band
Tempat audisi : Studio di Depok
Biaya Pendaftaran : Rp 60.000,-
Kuota : 4 Audisi
2 Featuring
1 Special Performance
1 Guest Star


Fungsi Penggunaan Gips, Korset, dan Bahan Logam pada Penderita Patah Tulang

Maret 23, 2009

Patah tulang merupakan suatu kondisi dimana tulang bergeser dari posisinya ataupun patah akibat pengaruh dari luar. Biasanya patah tulang ini disembuhkan dengan bantuan penggunaan gips, korset, maupun bahan logam bagi penderitanya. Sebenarnya penggunaan gips, korset, dan bahan logam memiliki satu tujuan yang sama, yaitu untuk mengembalikan posisi tulang / patahan tulang ke semula, dan penggunaan benda itu semua adalah untuk mempertahankan posisi tulang selama masa penyembuhan. Penggunaan gips, korset, dan bahan logam bukan untuk menyembuhkan secara langsung, melainkan hanya suatu media untuk membantu proses penyembuhan yang dilakukan oleh tulang itu sendiri. Gips, korset, dan bahan logam yang berfungsi untuk membantu mempertahankan bentuk tulang, salah satunya adalah karena ditakutkan apabila tidak ada penyangga yang menahan, bentuk tulang akan mengalami kelainan bentuk, misalnya bengkok / tidak seperti keadaan semula. Gips, merupakan suatu bahan yang terbuat daru kapur dan mudah mengeras / mengendap. Sifatnya yang keras ini dimanfaatkan sebagai penyangga bentuk tetap tulang, misalnya tangan. Tangan yang di gips diharapkan tidak berubah posisi akibat aktivitas yang dilakukan oleh penderita patah tulang. Penderita yang tidak menggunakan gips dikhawatirkan posisi tulangnya akan berubah-berubah selama dia melakukan aktivitas di masa penyembuhan, maka itulah digunakan gips. Proses penyembuhan tulang bukan terjadi karena adanya gips, melainkan dibantu oleh gips. Awalnya, ketika tulang patah dan mengalami robekan pembuluh darah kecil di sekitar tempat patahan, tubuh akan bereaksi pada pendarahan dan membentuk hematoma. Pada hematoma, akan terjadi proses penyembuhan tulang yang pertama dimana sel-sel pembentuk tulang baru akan banyak terdapat di sekitar tulang yang patah dan berfungsi sebagai perekat tulang yang patah agar tidak bergeser / bergerak selama proses penyembuhan. Perekat yang semakin lama akan mengeras, kemudian akan digantikan oleh sel-sel tulang yang belum dewasa. Perekat yang mengeras ini menandakan bahwa tulang tidak akan lagi bergerak, akan tetapi ini belum sepenuhnya sembuh biarpun penderita tidak akan merasakan sakit ketika menggerakan bagian yang patah. Pada fase akhir, seluruh perekat pada patahan tulang akan digantikan oleh sel-sel tulang dewasa, dan ini menandakan bahwa tulang sudah sembuh. Gips pada hal ini adalah membantu perekat yang ‘tidak begitu kuat’ pada fase awal agar tulang tidak bergerak. Korset sendiri tidak berbeda dari gips. Yang membedakan hanyalah bahan pembuatnya. Gips terbuat dari kapur sementara korset terbuat dari kain. Fungsi secara keseluruhannya pun sama dengan gips, begitu pula dengan pengaplikasiannya. Namun hal yang perlu diperhatikan disini adalah lama waktu penyembuhan dengan bantuan gips dan korset. Semakin tua seseorang, maka kemampuan regenerasi sel-selnya akan lebih lambat daripada yang masih muda. Maka itulah penggunaan gips dan korset pada orang yang berusia tua akan memakan waktu yang lebih lama. Bahan logam yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pemasangan pin dan sekrup pada penderita patah tulang. Penggunaan pin dan sekrup ini sebenarnya tidak terlalu dianjurkan, karena hal ini hanya dilakukan apabila penderita tidak mau / puas pada gips maupun korset. Penggunaan pin pada penderita dapat membuat tulang yang patah sembuh tanpa pembentukan jaringan ikat yang menggunakan fiksasi kuat yang bertekanan tinggi Keuntungan dari penggunaan bahan logam adalah penderita dapat menggerakan bagian yang patah segera setelah setengah sampai dua tahun bahan logam harus dikeluarkan. Namun hasil dari pemasangan bahan logam ini tidaklah sekuat hasil penyembuhan alami tubuh. Keuntungan dari penggunaan bahan logam (fiksasi dalam dan luar, protesis) adalah terjadinya penyembuhan dan letak tulang yang sempurna, akan tetapi terdapat resiko terjadinya infeksi pada tulang.


Drama Asia versus Sinetron Indonesia

Maret 23, 2009

Mau yang kaya sampai yang miskin, baik yang muda maupun tua, semuanya mengenal televisi. Sebuah kotak yang dapat menampilkan gambar-gambar bergerak ini sudah menjadi ‘budaya’ tersendiri di negeri kita. Tiada hari tanpa TV, bahasa kerennya. Memang benar, dengan keberadaan TV sekarang ini benar-benar membantu perkembangan masyarakat luas. Dari bidang pendidikan, politik, sampai budaya, semuanya ada di TV bagai kotak ajaib. TV pun sering kali menambah pengetahuan dan juga sebagai media sosialisasi dari pemerintah.
Akan tetapi, percaya tidak percaya, TV sudah banyak disalah-gunakan, terutama oleh masyarakat Indonesia, termasuk kita. Jam menonton yang berlebihan pun sudah menjadi kewajiban bagi kebanyakan orang yang memiliki kotak ajaib ini. Apalagi fitur-fitur yang ditawarkannya bukan sembarangan. Hiburan dari kelas bawah hingga ningrat, semuanya tersedia. Wajar saja kalau benda yang satu ini cepat menjadi populer.
Televisi sendiri perkem-bangannya tidak terlepas dari peranan stasiun penyiar yang berisi otak-otak cemerlang penuh ide kreatif. Yang awalnya bermula dari sekedar menyiarkan berita, lalu berkembang menjadi acara pengetahuan, kuis, hingga akhirnya mulailah dibuat cerita bersambung yang bergerak. Komedi, romantis, kehidupan, olahraga, semuanya dibuatkan sinetronnya karena dapat menarik banyak penonton.
Sebenarnya, Indonesia bukanlah yang pertama ataupun yang terakhir dalam tren pembuatan drama/sinetron. Di negara-negara lain pun juga banyak yang memproduksi pengeruk uang ini, dan tidak sedikit dari mereka yang mendistribusikannya ke negara lain. Lihat saja contohnya, mulai dari kepopuleran drama India, Jepang, yang kemudian digeser oleh drama Taiwan/Mandarin, dan sekarang drama Korea yang melanda Indonesia.
Remaja-remaja putri yang kebanyakan merupakan konsumen utama drama-drama ini mengatakan bahwa mereka lebih menyukai drama dari luar dikarenakan kualitasnya lebih bermutu dibandingkan dengan sinetron Indonesia. Ya, memang harus kita akui, dari segi cerita dan tema, drama-drama luar memiliki khazanah yang jauh lebih luas. Mereka memiliki penulis-penulis cerita yang hebat. Namun, bukan berarti penulis Indonesia tidak ada yang bagus. Inilah kesalahan besar yang dilakukan oleh para produser sinetron kita. Mereka memproduksi sinetron dengan dana minim, termasuk meminimkan dari sisi pembuatan cerita, menjadi cerita yang mudah ditebak, episode yang singkat, pemain yang tidak berkualitas. Juga seringkali mereka mencontek cerita dari luar, misalnya komik-komik jepang yang telah membuat dramanya. Sehingga jadilah banyak remaja putri yang mengeluh dan mencerca sinetron Indonesia.
Negara kita patut mencontoh negara-negara yang sukses dalam produksi dramanya, misalnya drama Korea yang tiba-tiba saja datang menusuk dan mempopuler. Sebenarnya kalau mau dilihat, semua drama Korea yang dianggap drama terindah dan terbagus sekarang ini juga memiliki sisi buruk, seperti halnya sinetron Indonesia. Sudah menjadi suatu ciri khas dari drama Korea untuk menampilkan tokoh utama yang menyanyi di karaoke. Tokoh-tokohnya yang suka marah-marah berlebihan, minum-minuman keras, pergi keluar negri, hubungan cinta antara 4 orang, tokoh utama yang suka ingin tahu dan berciri khas sama di setiap drama, dan masih banyak lagi hal-hal yang kurang. Namun mereka masih bisa menutupinya dengan cerita yang menarik.
Sekarang coba lihat sinetron Indonesia yang sedang tayang. Ceritanya banyak menggunakan anak-anak kecil sebagai sorotan utama, juga seringkali menggunakan bahasa Indonesia yang tidak layak. Sinetron Indonesia juga sering mengajarkan hal-hal yang tidak baik, tidak memiliki amanah, akting yang berlebihan dan membuatnya menjadi murahan, dan terlalu berorientasi pada percintaan. Apalagi kalau sinetron Indonesia sedang memiliki suatu tema tertentu yang sedang populer, semua produser akan berbondong-bondong membuat sinetron dengan orientasi cerita yang hampir sama. Maka itu tidaklah heran kenapa drama Asia jauh lebih diminati dibandingkan dengan produksi dalam negri.
Mereka boleh punya apa yang kita tidak punya, namun bukan lantas kita hanya akan mencontek. Bukankah akan lebih baik kalau kita dapat berinovasi sendiri dan mengembangkan bidang yang lebih menonjol. Apabila kita lebih berusaha, bukan tidak mungkin sinetron Indonesia nantinya juga dapat dipasarkan ke luar negri dan menjadi sepopuler drama-drama Asia.

(*tajuk rencana objektif*)


Situs Handmade

Maret 23, 2009

Ini adalah preview situs buatan saya untuk teman saya, si Nana (*gorila gejeh*) untuk menunjang usahanya jualan barang-barang idola. Desainnya masih sederhana sih, tapi lumayanlah. Hahaha. Saya juga ada satu situs sendiri, tapi karena desainnya jelek, saya malu ah kasih previewnya. Wkwkwk. Mohon komentar dan petunjuknya. (*jangan pedes-pedes, saya gampang sakit hati*) hahaha.

Preview situs Disc Forever

Preview situs Disc Forever

Lain kali saya akan post situs saya kalau saya sudah memperbaiki desainnya dan CD photoshop saya udah balik dari rumah orang. Hahaha.


Demam India

Maret 23, 2009

Sekarang ini saya sedang tidak membicarakan suku Indian di Amerika, melainkan orang-orang India. Mungkinkah demam India akan kembali terjadi, seperti pada tahun-tahun yang lalu, ketika para wanita dengan setia menanti kehadiran Sarukh Khan, Amir Khan, dan rekan-rekan lainnya di layar kaca. Mengapa tidak? Tentunya saya memiliki alasan yang cukup masuk akal akan hal ini. Ditelusuri mulai dari mengapa film India dahulu bisa begitu larisnya di Indonesia? Didukung dari unsur eksternal dan internalnya, tidak heran film-film India dapat kita terima dengan mudah (dahulu).

Terlebih lagi, boleh kita lihat bahwa kebanyakan dari sutradara dan produser sinetron di Indonesia merupakan keturunan bangsa India. Hal ini pertama-tama sudah membuktikan bahwa bangsa India memang berbakat dalam urusan perfilman dan seni lainnya. Dan jangan lupa, bahkan mereka mempunyai tempat industri film tersendiri, seperti layaknya Hollywoodnya Amerika, mereka hadir dengan nama Bollywood. Negara kita sendiri memang produksi sinetronnya cukup kencang, akan tetapi belum sekencang mereka yang sampai bisa menghadirkan Bollywood.

Kalau banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengelu-elukan pemain-pemain pria India yang nan tampan tersebut, Indonesia juga tidak kalah tampan kan? Terlebih lagi, film-film India memiliki suatu ciri khas tersendiri yang selalu terngiang-ngiang di kepala. Suatu ciri khas yang merupakan bagian dari servis ekstra untuk menghibur dan menyegarkan penonton dari kisah yang terlampau panjang dan untuk mencegah kebosanan ditengah menonton.

Memang akhir-akhir ini perindustrian film Indonesia cukup ramai dengan kehadiran beberapa film yang berkualitas seperti Laskar Pelangi, akan tetapi tidak semuanya berkualitas. Beberapa dari mereka ada yang hadir dengan menjual humor garing dan tubuh-tubuh aduhai pemainnya, bukan dari segi kualitas cerita. Disini merupakan titik poin pertama kurangnya kita dalam menanggapi trafik industri perfilman internasional. India yang dahulu kerap kali hadir dengan cerita-cerita cintanya yang mengharukan memang berhasil menarik perhatian, namun seiring dengan perkembangan waktu, mereka pun membuat genre film yang semakin beragam.

Terbukti dengan hadirnya sebuah film pemenang piala Oscar terbanyak, Slumdog Millionaire. Mengisahkan tentang perjuangan seorang anak jalanan dari kasta bawah yang berusaha untuk memperbaiki hidupnya dengan mengikuti suatu kuis televisi yang telah mendunia, Who Wants to be a Millionaire?. Memang dia tidak pernah mengecap pendidikan resmi darimana pun, akan tetapi dengan pengalaman-pengalaman hidupnya selama ini, dia berhasil memecahkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Terlebih lagi dia tidak termakan tipu daya licik sang Host yang berusaha untuk membuatnya gagal. Semua usahanya ini dilakukannya tanpa putus asa untuk kekasihnya yang ditawan oleh gangster yang memiliki dendam padanya. Demikian kisah singkatnya, namun akan lebih baik anda menyaksikan film ini karena berkualitas.

Dengan waktu yang singkat, film ini berhasil menarik perhatian masyarakat dunia akan kehadirannya. Memenangkan berbagai penghargaan di ajang Academy Award juga semakin mengangkat namanya. Terlebih lagi Soundtracknya yang enak didengar serta tarian-tariannya, editing, dan lain-lain, sungguh keren. Khususnya Jai Ho, yang kemarin itu juga memenangkan sebuah piala Oscar. Kemenangannya ini bisa saja kembali menyemangati para director dan producer film India untuk kembali mencetak kesuksesan. Dan bisa-bisa, kita akan ditendang.

Akhir kata, pesan saya, tidaklah menjadi sebuah sesal untuk mencoba suatu hal yang baru. Biarpun kita tidak tahu akan bagaimana hal itu memberi efek pada hidup kita, tapi keyakinan akan selalu membimbing kita kearah yang benar. Jadi tontonlah film ini tanpa keraguan.

(*resensi objektif*)


Pantaskah Kebijakan yang Merugikan di Berlakukan

Maret 23, 2009

Kemacetan, bukanlah suatu hal asing bagi para penduduk ibukota Jakarta, terutama bagi mereka yang sehari-harinya berkutat dengan kendaraan bermotor dan jalan raya. Kemacetan yang menghabiskan bahan bakar, waktu, dan uang, serta menciptakan lingkungan yang tidak sehat ini juga dapat dirasakan bahkan oleh hampir semua golongan. Dari yang sekedar menggunakan angkutan umum sampai pengguna mobil pribadi. Kalau kemacetan ini sudah terjadi, siap-siap saja urusan satu hari penuh akan jadi berantakan.

Macet, hal inilah yang dikeluhkan banyak orang, dan yang akhir-akhir ini tersorotlah kemacetan yang dirasakan oleh para pegawai yang berangkat pagi, berbarengan dengan para pelajar yang berangkat ke sekolah. Terutama kalau sudah mencapai menit-menit terakhir saat genting, macet sudah bagai neraka. Bunyi klakson, gerak mobil yang mulai tidak karuan berusaha menyalip mobil lainnya pun sudah menjadi suatu ciri khas. Pada kenyataannya, kemacetan parah memang hanya terjadi di kota Jakarta kalau dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Mengapa demikian? Kota Jakarta yang dikenal sebagai ibukota negara dipadati jutaan orang yang kebanyakan memiliki kendaraan lebih dari 1. Padahal sudah diberlakukan system three in one, namun juga tidak berhasil karena berbagai faktor yang antara lain adalah calo.

Maka dari itulah pemerintah provinsi DKI Jakarta membuat suatu kebijakan untuk memajukan jam masuk sekolah pelajar menjadi pukul 06.30 WIB. Kebijakan ini, mungkin memang membawa suatu angin segar bagi para pegawai yang ingin tidak terjebak kemacetan lagi, tapi apakah pemerintah provinsi DKI Jakarta memikirkan nasib dan keadaan para pelajar?

Tidak juga. Memang di media massa mereka mengumbar-umbar manfaat bagi para pelajar adalah untuk menambah kerajinan dan lain-lain, tapi apa itu benar? Sudah beberapa bulan kebijakan itu diimplementasikan, tapi belum juga membawa dampak yang benar-benar baik bagi pelajar itu sendiri. Pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak memikirkan dengan murid-murid TK yang harus bangun begitu pagi, juga pelajar sekolah menengah yang sudah mulai disibukkan dengan tagihan nilai untuk Sistem Administrasi Sekolah Online, ujian akhir semester, ujian akhir sekolah, dan UAN.

Padahal, belum tentu suatu kebiasaan yang sudah mendarah daging dapat diubah sedemikian rupa secara instan. Para murid bisa saja jadi bangun kesiangan, terlambat, lupa mengerjakan pekerjaan rumah, tertidur di sekolah, dan lain-lain. Terlebih lagi kalau kurang tidur, kegiatan belajar dan mengajar akan berjalan kurang lancar. Resiko menurunnya kesehatan juga membesar semenjak peraturan ini dilaksanakan. Biarpun ketika peraturan ini belum dilaksanakan hal-hal demikian juga ada beberapa yang terjadi. Akan tetapi, satu yang patut dipertanyakan, mengapa harus jam masuk pelajar yang dimajukan? Mengapa bukan dimundurkan ke pukul 07.30 atau 08.00 pagi?

Ya, memang kita belum tahu jawabannya karena yang bisa menjawab hanyalah sang pembuat kebijakan itu sendiri. Akan tetapi sebaiknya pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak mengorbankan pelajar sedemikian rupa hanya untuk kepentingan satu pihak saja. Perlu adanya penelusuran lebih lanjut bagaimana sebaiknya masalah ini ditanggulangi. Bukan hanya sekadar membuat keputusan asal jadi dan langsung di implementasikan tanpa pikir panjang. Padahal ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kemacetan.

Perbaikan jalan tentunya dapat dilakukan sebagai jalan alternatif sehingga tidak membuat penumpukan kendaraan pada ruas jalan tertentu. Dan lagi, bus Transjakarta yang selama ini digembar-gemborkan kehebatannya tidak kunjung beraksi. Padahal di daerah Pluit sendiri fasilitasnya sudah lengkap, dan juga sudah mengorbankan 1 lajur untuk pembangunan stasiunnya. Tapi sampai sekarang belum juga ada yang melintasi. Apakah proyek pembangunan bus Transjakarta hanya semata-mata untuk memenuhi isi kantong?

Satu hal yang perlu diingat oleh pemerintah, Jakarta memang kota yang kecil, tapi besar dalam artian lain. Kebesarannya ini perlu diberi perhatian lebih terutama bagi benih-benih pembangunan yang memang kebanyakan berkumpul di ibukota. Maka dari itu hendaknya pemerintah dapat mencari solusi lain yang lebih baik daripada mengorbankan benih yang sedang berusaha untuk tumbuh, namun mulai terhambat karena keputusan seenaknya sendiri.

(*ini hanyalah tajuk rencana objektif saya untuk tugas bahasa Indonesia, jangan di ambil hati*)


Pecah Ketuban Dini (KPD)

Maret 22, 2009

Adalah keluarnya cairan ketuban dari jalur lahir pada umur kehamilan dibawah 36 minggu. Penyebabnya antara lain ansimptonatik bakteri urin pada ibu, trauma fisik pada ibu, his/kontraksi uterus/rahim. Cirinya adalah adanya cairan yang keluar terus menerus dari vagina. Apabila KPD terjadi di bawah 28 minggu dan tidak ada tanda infeksi, maka akan dilakukan pemberian antibiotik untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin, lalu diberi kortikosteroid untuk bantu kematangan paru-paru janin. Bila memungkinkan janin akan dipertahankan sampe 37 minggu baru dilakukan terminasi kehamilan. Apabila belum 37 minggu sudah ada tanda-tanda persalinan maka akan dilakukan persalinan pre-term. Kalau KPD terjadi pada 28 minggu – 37 minggu, maka ibu akan dianjurkan untuk total bedrest. Sementara pada KPD di atas 37 minggu, bayi akan di terminasi karena di anggap sudah cukup umur/matang.


Pendarahan Antepartum

Maret 22, 2009

Adalah pendarahan yang terjadi pada umur kehamilan antar diatas 20 minggu – 36 minggu. Pendarahan antepartum memiliki dua penyebab yaitu:

1. Plasenta previa

Adalah plasenta yang letaknya tidak normal (seharusnya terletak di daerah fundus). Ciri-cirinya antara lain perdarahan tanpa nyeri, perdarahan berulang, warna perdarahan merah segar, adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah, timbulnya perlahan-lahan, waktu terjadinya saat hamil, his biasanya tidak ada, rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi, denyut jantung janin ada, teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina, penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul, presentasi mungkin abnormal. Hal ini salah satu faktornya adalah riwayat keguguran dan kuretase berkali-kali. Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu yaitu plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta, plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta, plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir, plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Apabila plasenta previa terjadi pada usia kurang dari 36 minggu dan pendarahan tidak banyak, maka ibu akan di rawat dan dianjurkan untuk bedrest dengan permberian hematinik untuk mengatasi anemia dan tokolitik, antibiotik bila ada indikasi, pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.. Apabila plasenta previa terjadi pada usia lebih dari 36 minggu maka akan dilakukan persalinan per vagina atau per abdominal.

2. Solusia plasenta

Adalah lepasnya plasenta pada tempat implantasi. Ciri-cirinya antara lain perdarahan dengan nyeri, perdarahan tidak berulang, warna perdarahan merah coklat, adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah, timbulnya tiba-tiba, waktu terjadinya saat hamil inpartu, his ada, rasa tegang saat palpasi, denyut jantung janin biasanya tidak ada, teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina, penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul, tidak berhubungan dengan presentasi. Perdarahan pada solusio plasenta sebenarnya lebih berbahaya daripada plasenta previa oleh karena pada kejadian tertentu perdarahan yang tampak keluar melalui vagina hampir tidak ada atau tidak sebanding dengan perdarahan yang berlangsung internal yang sangat banyak. Pemandangan yang menipu inilah sebenarnya yang membuat solusio plasenta lebih berbahaya karena dalam keadaan yang demikian seringkali perkiraan jumlah darah yang telah keluar sukar diperhitungkan, padahal janin telah mati dan ibu berada dalam keadaan syok. Penyebab solusio plasenta adalah ibu yang merupakan pengguna narkoba, rahim yang melar, hipertensi, dan trauma pada abdomen, juga usia ibu tua. Setiap pasien yang dicurigai solusio plasenta harus dirujuk ke spesialis karena memerlukan monitoring yang lengkap baik dalam kehamilan maupun persalinan. Apabila umur kehamilan <37 solusio plasenta ringan,terapi konservatif. Bila umur kehamilan <37 solusio plasenta sedang dan berat/ringan yg memburuk,persalinan pervagina bila persalinan diperkirakan <6 jam. Bila umur kehamilan >37 minggu/TBF 2500 g seksio sesar diindikasikan jika persalinan pervagina diperkirakan berlangsung lama baik pada solusio plasenta ringan, sedang maupun berat. Pasien dengan solusio plasenta sedang/berat, tranfusi darah atau resusitasi cairan hendaknya dilakukan terlebih dahulu sebelum tindakan obstetri. Ketuban dapat segera dipecah tanpa memperdulikan apakah persalinan pervagina atau perabdominal untuk mengurangi regangan uterus.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.